Senin, 22 Juli 2013

Berhenti Menjadi seorang Perokok? (Bahasa Indonesia - Indonesian)

     Perokok, anda tahu perokok? Perokok adalah sebutan untuk orang yang merokok rokok putihan, cerutu, kretek, atau apapun yang menggunakan tembakau kemudian dibakar dan dihisap sehingga menghasilkan asap. Banyak orang bilang bahwa merokok dapat menghangatkan tubuh anda, membuat anda merasa melayang-layang, menghilangkan stres, dan melupakan masalah-masalah. Jangan percaya, memang  kalau pertama kali merokok itu ada benarnya, tapi setelah itu? Anda akan menjadi pecandu rokok yang tidak bisa lagi merasa melayang-layang atau menghilangkan stres, dan anda akan mendapat masalah-masalah baru yang disebabkan oleh masalah kesehatan karena merokok. Rokok hanya akan menghancurkan hidup anda.


Iklan anti-merokok.

Berikut adalah komposisi zat yang terkandung dalam rokok dan bahayanya:
  • Nikotin                    : Menyebabkan candu dan merusak jaringan otak.
  • Tar                          : Menyebabkan kanker paru-paru.
  • Karbon Monoksida : Mengikat Hemoglobin yang menyebabkan anda kekurangan oksigen. 
  • Karsinogen              : Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.
  • Iritan                       : Mengotori paru-paru.

     Bukan. Saya tidak menyalahkan semua orang yang menjadi perokok, saya nggak benci perokok karena apa? Karena saya juga seorang perokok, nggak cuma seorang perokok, tapi saya adalah seorang "Perokok Berat". Saya mulai merokok dua tahun lalu. Tahukah anda? Sebelum saya menjadi perokok, saya sangat Anti-Merokok. Saya selalu menolak berdekatan dengan orang yang sedang merokok, tapi kenapa saya menjadi perokok? Karena faktor lingkungan tentunya, saya tidak bisa menyangkalnya. Saya selalu kepikiran untuk berhenti merokok tapi sulitnya keterlaluan.








Ketika saya ingin berhenti merokok, saya benar-benar bingung oleh beberapa fakta berikut:
  1. Dokter dan orangtua saya mengatakan bahwa saya harus total berhenti merokok untuk mengembalikan kesehatan saya dan menunda bahaya dari merokok.
  2. Guru biologi dan teman-teman saya yang sudah berpengalaman mengatakan bahwa saya jangan total berhenti metokok karena jika seorang perokok secara total berhenti merokok maka 3-4 bulan berikutnya dia akan mengidap penyakit paru-paru, jadi saya harus berhenti merokok secara perlahan.

    Jadi, mana yang harus saya pilih? nomor 1? atau nomor 2? (menghela napas) saya nggak tau yang mana yang lebih baik untuk saya, tapi saya pikir nomor 2 lebih baik . Saya berdoa agar suatu saat saya benar-benar berhenti merokok bukan cuma saya, tapi untuk seluruh umat manusia di dunia ini. Saya sarankan kepada para perokok agar berhenti merokok secara perlahan demi kesehatan kalian, dan saya sarankan kepada siapa saja yang tidak pernah merokok sebelumnya agar tidak coba-coba untuk merokok. Bukan hanya demi diri kalian sendiri, tapi demi keluarga kalian, teman-teman kalian, dan siapa saja yang anda sayangi, juga untuk Bumi kita tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar